# Koleksi Satu Baju untuk “Lima Gaya” #

Jumat, 3 Juni 2011 | 10:31 WIB

KOMPAS.com – Ajang Star Creation, yang merupakan bagian dari event Asia Fashion Exchange di Singapura, 11-22 Mei 2011 lalu, telah melahirkan sejumlah pemenang. Selain memamerkan karya-karya finalis tahun ini, Star Creation juga menghadirkan pemenang tahun 2010 untuk memeragakan koleksiya di Ngee Ann City Civic Plaza, Orchard, Senin (16/5/2011) lalu.

 

Setahun terakhir, Audrey Lim (21, Singapura), Kitty Miao Mei Rong (33, China), dan Daniel Ngoo (23, Malaysia) bekerja magang di FJ Benjamin sebagai bagian dari hadiah kemenangan mereka tahun 2010. Sebanyak 16 potong pakaian yang mereka peragakan malam itu dikembangkan di bawah pengawasan Douglas Benjamin, CEO perusahaan retail fashion dari Singapura tersebut.

Menurut Benjamin, rancangan ketiga desainer muda ini sangat kuat, dan yakin bahwa mereka bertiga mampu menyajikan koleksi busana yang siap pakai.

“Menurut saya mereka banyak belajar, dan telah mengasah kemampuan mereka sepanjang tahun lalu selama bekerja di perusahaan kami. Mereka belajar apa artinya mendesain, tetapi juga menciptakan pakaian-pakaian yang komersial. Mereka punya konsep, tapi juga dapat dipahami oleh orang awam yang akhirnya akan menjadi pelanggan mereka,” ujar pria yang juga pemilik brand Raoul ini.

Masing-masing dari desainer ini punya sudut pandang berbeda, namun selalu berhati-hati dalam memastikan apa yang dicari FJ Benjamin, yaitu fitting, siluet, trendi, dan dapat dimengerti. Konsep itulah yang tampak saat showCapsule Colletion 2011 yang mereka peragakan. Sesuai arah dari konsep Asia Fashion Exchange, desainer ditantang untuk merancang busana yang siap jual dan siap pakai.

Audrey Lim

“Amalgamation” adalah judul koleksi Audrey, yang memberikan detail pakaian pria ke dalam siluet yang feminin. Pakaian-pakaian ini sesuai dengan konsep capsule collection itu sendiri, dimana beberapa potong busana dapat dipakai dengan cara yang berbeda untuk mendapatkan penampilan yang berbeda. Inspirasinya datang dari kerajinan tangan Jepang, yang ditampilkannya dalam detail pakaiannya. Audrey juga memainkan efek tiga dimensi, seperti aksen smock pada jaket panjang dari wol berwarna kelabu muda dengan celana panjang biru navy favoritnya.

Daniel Ngoo

Desainer yang juga meraih Audi Young Designer Award ini mengangkat tema “Her Unidentified Grunge”. Koleksinya ini banyak bermain dengan bahan. Ia menggabungkan bahan rajut, wol, kulit, dan sutera, lalu menciptakan kontras antara potongan yang rapi dan gaya tumpuk yang berat. Busana yang jadi “bintang” dalam koleksinya adalah tulip skirt (rok yang bertumpuk di bagian pinggul) dengan tumpukan bahan yang berat. Dengan menggunakan bahan yang kaku, tumpukan atau gantungan itu bertentangan dengan sifat alami dari bahannya.

Kit Miao

Koleksinya yang bertema “Rational Life” banyak menggunakan bahan wol, katun, dan sutera, untuk menciptakan struktur yang simpel dan rapi. Hal ini terwujud dalam rancangannya yang riang, rileks, dan sangat chic. Busana favoritnya adalah atasan pas di badan dari wol dengan mock neck, lengan tanpa jahitan pundak, dan resleting yang tersembunyi di punggung. Koleksi lainnya yang menarik adalah atasan panjang warna hitam dengan belahan depan dan samping yang dipadukan dengan celana panjang putih.

Perempuan kantoran

Saat berbincang di toko dan kafe Curious Teepee usai peragaan busananya, Kit Miao banyak berkisah mengenai pengalamannya magang di FJ Benjamin. Ia banyak belajar bagaimana menjadi lebih praktis dalam hal konsep desain dan konstruksi garmennya agar menjadi lebih wearable. Hal ini tidak terjadi saat ia menjadi mahasiswa desain fashion, dimana ia hanya mengandalkan kreativitas dan inspirasi saja tanpa memikirkan daya pakainya.

Kit mengaku menjadi semakin dewasa dalam hal desainnya dibanding waktu baru pertama menjadi desainer. Setelah magang, ia memahami seluruh proses desain, tahu bagaimana mengatasi masalah, membuat sketsa and mewujudkan sketsa tersebut menjadi busana, dan bagaimana menentukan target audience dalam hal prospek pemasaran dan bisnis. Selain itu juga bagaimana agar konsumen bisa menerima dan memakai desainnya.

“Agar rancangan bisa diterima audience, yang tersulit bagi saya adalah menemukan target market, dan bagaimana bertahan dalam pasar yang begitu luas. Menemukan target customer Anda sendiri itu sangat penting, karena dari situ Anda tahu bagaimana menciptakan perubahan arah dalam hal konstruksi seluruh koleksi busana. Anda tahu bagaimana menghadapi mereka, dalam hal menentukan harga dan desainnya. Dan, agar target customer mau menerima rancangan Anda, Anda membutuhkan kerja keras,” paparnya melalui penerjemah pada Kompas Female.

Kit memilih perempuan pekerja profesional sebagai target market-nya. Mereka adalah perempuan yang percaya diri dan merasa nyaman dengan dirinya. Mereka juga perempuan yang berusaha menyeimbangkan stres dalam dunia kerja dengan gaya hidupnya. Karena itu Kit berusaha menciptakan sesuatu yang nyaman dan mudah dipakai.

“Saya tak mau membuat sesuatu yang rumit. Gaya saya adalah simplicity dan menyegarkan, karena simplicity juga merupakan aliran desain,” tutur Kit.

Karena ingin menciptakan kesan simpel, ia juga tidak menggunakan motif-motif print, warna-warni dan kombinasi bahan dalam rancangannya. “Yang menantang adalah sisi konstruksi desainnya, karena semakin simpel konsep desainnya, semakin sulit orang menerimanya. Anda harus menggunakan konstruksi desain dan kombinasi bahan untuk menutup seluruh titik lemahnya,” tukasnya.

Felicitas Harmandini

Sumber:  KOMPAS

SeragamOnline.com akan memenuhi kebutuhan baju seragam kerja Anda. Jika Anda membutuhkan baju seragam dengan desain sesuai dengan keinginan Anda, kami siap membantu Anda mulai mendesain, pemilihan bahan, warna bahan, memproduksi, dan siap kirim ke tempat Anda. SEKARANG Anda dapat memesan secara online tanpa harus repot datang ke kantor kami hal itu merupakan komitmen dalam memuaskan para pelanggan kami. Telp. 0817-6323644 (WA)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.