Annisa Trihapsari Jual Produk Fashion Kesayangan

Minggu, 21 November 2010 | 13:39 WIB JAKARTA, KOMPAS.com Pergi ke tempat-tempat pengungsi akibat letusan Gunung Merapi, tsunami Mentawai, dan banjir bandang Wasior, memang tak dilakukan oleh Annisa Trihapsari. Namun, pemain sinetron dan model ini tetap berusaha membantu mereka dengan mengumpulkan dana lewat penjualan produk-produk fashion yang pernah dikenakannya. “Intinya, kami sebagai artis kalau enggak bisa ke Merapi atau Mentawai mungkin bisa membantu dengan cara lain, mengumpulkan dana yang enggak seberapa tapi bisa membantu,” tutur Annisa, yang ambil bagian dalam H.E.L.P Charity Event, di Thamrin City, Jakarta Pusat, Sabtu (20/11/2010). Annisa memilih produk-produk fashion kesayangannya untuk dijual. “Barang yang dijual ada baju, sepatu, semuanya ada 20 pasang. Ini semua pakaian baru, belum ada setahun, tapi harganya saya jual di bawah (harga aslinya),” jelas istri artis peran dan model Sultan Djorghi ini. Menjual barang-barang itu, Annisa tak berani membuka harga. “Aku enggak buka harga, biarinsaja mereka nawar. Soalnya, dijual Rp 200 ribu aja sudah kemahalan,” ujarnya. Namun, Annisa tetap memasang target dagangannya bisa laku semua hingga menghasilkan dana Rp 2 juta. “Maunya sih semua laku terkumpul Rp 2 juta ya. Tapi, lihat aja laku terjualnya berapa,” imbuhnya. Selain Annisa, sejumlah artis lain seperti Mayangsari, Raffi Ahmad, Ferry Salim, dan Berliana Febriyanti ikut berjualan pakaian kesayangan mereka dengan harga miring yang dananya untuk disumbangkan kepada para pengungsi. Sumber: Kompas.com Penulis: FAN Editor: Ati Kamil HUBUNGI KAMI UNTUK PESANAN SERAGAM PERUSAHAAN ATAU INSTANSI ANDA Kami akan dengan senang hati melayani pesanan seragam kerja dimana pun Anda berada BERAPAPUN PESANAN BAJU SERAGAM ANDA SEGERA HUBUNGI KAMI KAMI AKAN BANTU SOLUSI UNTUK PEMESANAN SERAGAM ANDA Telepon /...

Busana Kerja Serius Tapi Santai

Rabu, 26/5/2010 | 13:51 WIB KOMPAS.com – Wanita karier memiliki kehidupan yang sangat beragam dan aktif. Dalam segala kegiatannya, wanita karier dan aktif ingin selalu tampil cantik dan gaya. Accent, produsen busana wanita karier lokal yang menargetkan pasarnya kepada para wanita ini berbenah diri dan mulai mengubah konsepnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Di tahun ke-15 berdiri sebagai merek busana wanita karier, Accent berupaya memenuhi kebutuhan para konsumennya dengan mengubah konsepnya. Accent berusaha memenuhi kebutuhan wanita karier yang memiliki karakter mandiri, percaya diri, dan modern, atau dengan kata lain, wanita urban. Produk-produk terbaru Accent cukup beragam, mulai dari Charactere Pant yang terdiri dari berbagai bentuk, seperti flare (membesar di bagian bawah), straight, slim, dan skinny. Blus,millitary jacket, rok, dress, celana capri, denim, dan tas-tas kreasi Accent memberi alternatif bergaya mix ‘n match. Tren yang digunakan Accent untuk musim ini antara lain adalah; boyfriend jacket, trench coat, millitary jacket, rok bertumpuk, blus ruffle, shirt dress, dengan aksen detail yang banyak digemari saat ini, seperti pintuck, frill, lettuce edging, tie and bow, serta smock. Busana yang ditampilkan berkesan serius, tapi tidak meninggalkan kesan santai. Warna-warna yang digunakan, memang masih seputar warna “aman”, seperti abu-abu, hitam, putih, cokelat, hijau tua, namun bukan berarti tak bisa digunakan di saat musim panas yang ceria. Penasaran? Coba klik langsung ke www.accentfashion.com untuk melihat koleksi-koleksinya atau belanja on line. NAD Editor: Nadia Felicia Sumber: Female Kompas HUBUNGI KAMI UNTUK PESANAN SERAGAM PERUSAHAAN ATAU INSTANSI ANDA Kami akan dengan senang hati melayani pesanan seragam kerja dimana pun Anda berada BERAPAPUN PESANAN BAJU SERAGAM ANDA SEGERA HUBUNGI KAMI KAMI AKAN BANTU SOLUSI UNTUK PEMESANAN SERAGAM ANDA. Telp. / WA 0817-6323644, website:...

Merawat Batik supaya Tetap Cantik

Sabtu, 2/10/2010 | 10:05 WIB KOMPAS.com — Kain batik menyimpan begitu banyak hal yang patut dibanggakan. Pembuatan dan proses hingga terciptanya sebuah kain batik tidak mudah. Batik sendiri merupakan sebuah karya seni yang unik. Penting untuk merawat batik agar selalu cantik dan terawat. Berikut tips dari desainer Edward Hutabarat untuk menjaga batik agar tetap cantik: 1. Jika ingin mencuci kain batik, siapkan empat ember. Isi ember pertama dengan air hangat yang sudah ditambahkan cairan pencuci kain batik khusus untuk mengeluarkan debu dan kotorannya. Jika kainnya antik, jangan pernah mengucek, tetapi kalau kain baru tak masalah. Hindari pencucian kain batik di dalam mesin cuci. 2. Bilas dengan air dingin pada ember kedua, ketiga, dan keempat. 3. Jangan diperas. Letakkan kain di dalam handuk kering. Tepuk-tepuk kain dengan handuk tersebut. 4. Untuk menjemur, gunakan pipa pralon atau batang bambu melintang agar kain tidak berlipat dan kehilangan bentuk. Jangan menarik kain hingga terlalu datar, biarkan bagian tengahnya mengerut sedikit. 5. Saat menjemur, pastikan tidak terkena paparan matahari langsung karena bisa merusak warnanya. Paling bagus adalah menjemurnya di bawah pohon rindang. 6. Saat menyetrika, gunakan kain paris di antara setrika dan kain untuk meredam panas. Gunakan seterika panas. 7. Untuk penyimpanan, lipat seperti melipat bendera, dengan bentuk memanjang sekitar 4 kali lipatan. Jepit kain dengan penjepit yang sudah diberikan spons agar kain tidak terluka. Simpan dengan posisi tergantung. Untuk batik yang sudah berbentuk busana, berikan spons pada hanger supaya kainnya tidak berubah bentuk. 8. Siapkan kain tile kecil, buat kantong berisi lada putih, letakkan di sudut-sudut lemari untuk mengusir ngengat. Jangan gunakan kapur barus karena terlalu keras. 9. Hindari penyemprotan parfum ke kain batik....

Out of the Box, Kunci Sukses Bisnis Fashion

Senin, 24/5/2010 | 12:35 WIB KOMPAS.com – Menggeluti dunia fashion perlu keberanian, untuk segera memulai dan juga membuat perubahan. Menciptakan produk yang berbeda menjadi kunci utamanya,out of the box kata lainnya. Perancang yang telah berkiprah sekitar 20 tahun, Musa Widyatmodjo, berbagi pengalamannya dalam talkshow “How to Enter Fashion Industry” yang diadakan dalam rangkaian acara Jakarta Fashion & Food Festival 2010, beberapa waktu lalu. Mengambil tempat di Mall Kelapa Gading 3 Jakarta Utara,talkshow ini menghadirkan perancang yang bergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Musa menegaskan, bagi pemula yang tertarik menjalani bisnis fashion, sebaiknya tak perlu lama berpikir dan khawatir. Mulai saja dengan apa yang dimiliki dan dimana berada, katanya. “Realistis tetapi punya mimpi. Jika ingin merambah internasional, misalnya, jadikan sebagai mimpi. Tetapi mulai saja dengan apa yang dimiliki dan dimana Anda berada saat ini,” papar Musa. Selanjutnya Musa mengatakan, selain berani tampil beda, perancang pemula juga perlu banyak belajar tentang fashion. Industri fashion terus berkembang. Meski memiliki latar belakang pendidikan fashion, misalnya, kemauan belajar dari pengusaha lainnya dan membaca banyak referensi buku sangat membantu mengembangkan kreasi. Jika sudah belajar, dan memiliki ide kreatif yang berbeda, jangan lantas segan memperbaiki diri. Komitmen bisa dijadikan panduan untuk terus bisa berkarya menghasilkan produk baru. “Fokus dengan apa yang dikerjakan, yakini bahwa tak ada yang tak mungkin,” tegas Musa, menambahkan pilihannya masuk industri fashion juga didasarkan atas passion dan bukan untuk mengejar popularitas semata. Bagi perancang yang kaya kreasi ide ini, networking, membangun infrastruktur pendukung bisnis, manajemen, dan akses permodalan, lebih penting dikedepankan daripada faktor ketenaran dunia mode. Bahkan networking luas yang dimiliki Musa, menjadi prestasi yang dibanggakannya selama membangun bisnis fashion. Ide dan peluang emas...

Gaya Lokal Rasa Global

SENIN, 17 MEI 2010 TEMPO Interaktif, Jakarta – Stephanus Hamy sangat terpesona oleh tapis, kain asal Lampung, dengan warna keemasannya itu. Jadilah ia bermain-main dengan kain tapis dalam parade pembukaan Jakarta International Food and Fashion Festival (JIFFF) 2010 di Grand Ballroom Hotel Harris, Kelapa Gading, Rabu lalu. Di perhelatan tahunan ketujuh kalinya ini, Hamy memadukan kain tapis berwarna senada dengan aksen ikat pinggang yang memberi kesan elegan dan mewah. Hamy akan mengadakan lima kali pertunjukan dalam pergelaran JIFFF 2010 ini. “Setelah JIFFF, beberapa koleksi akan langsung saya bawa ke Rusia untuk show di Moskow dan St Petersburg,” kata Hamy sebelum parade pembukaan. Menurut Hamy, seorang desainer tak hanya mesti kreatif dalam merancang tapi juga mampu melihat selera pasar. Perancang busana lulusan American Academic Fashion Major in College Level, Paris, ini lebih suka menggunakan bahan lokal dan kain tradisional. Ia pun senang merancang busana yang sederhana, langsung bisa dipakai, dan berciri etnik modern. Selain Hamy, ada 13 perancang lain yang ikut parade busana. Oka Diputra, desainer muda asal Bali, misalnya, mengangkat tema “Sari di Cita”. Ia menampilkan keindahan bunga tropis Indonesia, seperti anggrek liar yang tumbuh di dahan pohon belantara Irian Jaya dan Kalimantan, yang ia terjemahkan ke dalam delapan busana. Model pertama memakai busana siluet panjang serba putih yang menunjukkan bunga anggrek yang masih kuncup. Model kedua mengenakan minidress putih dengan rufflespada potongannya untuk menampilkan kuncup yang akan mekar. Model yang lain juga mengenakan minidress, tapi berwarna putih kebiruan. Ruffles-nya makin melebar, pertanda kuncup yang mekar. Oka menggunakan busa yang ditutupi sutra untuk membentuk ruffles dan kelopak anggrek dengan tekstur lembut tapi berbentuk tegas. Gaun-gaun selanjutnya diisi dengan gradasi putih ke biru, hingga siluet biru dengan aksen...