Corak Batik Musim Semi lewat Motif Floral

:: Baju Seragam Murah di SeragamOnline.com Telp. 0817-6323644 (WA) :: TEMPO.CO, Solo-Kekayaan motif batik nusantara seakan tidak akan habis digali. Salah satu produsen batik ternama, Batik Keris kembali memamerkan rancangan busana batiknya. Mereka memamerkannya di Diamond Convention Center Solo, Sabtu malam 25 Mei 2013. Mereka memamerkan sejumlah rancangan busana bertema blooming atau musim semi. Sesuai tema, mereka menampilkan busana dengan warna cerah dipadukan dengan batik motif floral yang segar, seperti dedaunan dan bunga. Busana yang ditampilkan dalam peragaan itu terbagi atas lima kategori, yaitu profesional, koleksi, keluarga, remaja dan anak. Tentu saja, masing-masing kategori memiliki karakter rancangan yang berbeda. Untuk busana kerja atau profesional, Batik Keris menggunakan rancangan konvesional. Kebanyakan menggunakan ragam motif batik tradisional seperti sekar jagad dan mega mendung. Warna yang digunakan adalah warna-warna sogan yang cenderung gelap. Sedangkan desain pakaian juga cukup sederhana. Pilihan desain itu membuat motif batik yang digunakan terlihat menonjol. Penggunaan busana bawah dengan warna yang cukup kontras membuat pakaian kerja itu terlihat lebih segar. Busana kategori koleksi menggunakan bahan sutera yang dibatik dengan teknis batik tulis. Rancangannya cukup elegan dengan penambahan sejumlah asesoris seperti manik-manik serta kain sifon. Warna-warna cerah membuat pakaian itu lebih cocok digunakan untuk kegiatan semiformal. Warna warni yang cerah juga digunakan untuk rancangan pakaian remaja. Rancangannya menggunakan motif konvensional yang cenderung abstrak. Desain yang digunakan menghilangkan anggapan bahwa batik tidak cocok untuk dipadukan dengan celana jeans. Batik keris juga masih mengandalkan motif batik dengan hiasan karakter tokoh kartun Disney untuk rancangan mereka. Perusahaan tersebut memang telah memegang lisensi dari Disney sejak tahun lalu. “Rancangan pakaian ini dikerjakan oleh para desainer internal perusahaan,” kata Komisaris Batik Keris, Lina Hadianto. Mereka...

Gaya Modern Koleksi Siap Pakai Tenun NTB

::Pesan Baju Seragam Kerja Murah di www.SeragamOnline.com Telp. 0817-6323644 (WA):: KOMPAS.com – Tenun dari Nusa Tenggara Barat (NTB) tak kalah cantik dan beragam dari segi warna dan motif, juga memiliki potensi besar untuk berkembang. Terutama dalam pengolahan dan penggunaannya, yang saat ini masih sederhana, dipakai sebagai kain untuk acara adat atau diolah menjadi sebatas kemeja. Kekayaan motif tenun dari 10 Kabupaten dan Kota di provinsi NTB ini tampil lebih modern, menjadi ragam model busana siap pakai yang tak ketinggalan tren mode, di tangan empat desainer Indonesia.   Adalah dua desainer anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Deden Siswanto dan Irna Mutiara, juga dua desainer asal NTB, Linda Hamidy Grander dan Epoel Daeng Hasanung, yang mengolah tenun dan merancangnya menjadi busana siap pakai juga busana mewah bergaya modern. Tenun khas dari Lombok Sumbawa memberikan inspirasi kepada Irna untuk merancang busana muslim dengan siluet masa kini. Melalui 20 set busana muslim, Irna menampilkan tenun sebagai aksen pada busana rancangannya. Mengangkat tema Dazzling Discovery of Lombok Sumbawa, Irna mengangkat kekayaan lokal dengan menonjolkan nuansa global, untuk memenuhi kebutuhan berbusana perempuan modern. Warna pastel dipilih Irna untuk menampilkan koleksi busana beraksen tenun ini. Melalui rancangannya, Irna membuktikan bagaimana kain tradisional dengan motif salur dan kotak, dapat tampil lebih modern pada busana siap pakai. Tenun menjadi bagian dari fashion yang bisa diterima di tingkat nasional, dan harapannya bisa menggaet perhatian kalangan internasional. Menjadikan tenun sebagai busana siap pakai untuk perempuan dan laki-laki juga menjadi perhatian desainer asli Lombok. Linda dan Epoel merupakan anak daerah yang peduli, dan meyakini tenun Lombok dapat berkembang menjadi bagian dari dunia mode. Jika Linda menampilkan 11 set cocktail dress dari tenun Lombok Tengah...

8 Langkah Tuntas Menyetrika

::Pesan Baju Seragam Kerja Murah di www.SeragamOnline.com Telp. 0817-6323644 (WA):: KOMPAS.com – Menyetrika sepintas merupakan pekerjaan sepele, namun banyak orang (termasuk perempuan) menghindari pekerjaan rumah yang satu ini. Selain menimbulkan hawa panas, sebenarnya tidak mudah menyetrika pakaian hingga licin alami. Namun dengan perlengkapan yang tepat dan pengetahuan yang cukup, menyetrika pasti jadi lebih mudah. Berikut beberapa pertanyaan penting seputar menyetrika yang benar. Bisakah blouse berdetail disetrika? Seperti halnya kemeja, setrika per bagian: kerah, manset, lengan, belakang, kemudian depan. Ruffle dan lipatan dapat disetrika agar lebih rapi. Tekan ujung setrika ke bagian tepiruffle atau lipatan, tekan sedikit-sedikit ke bagian bawah. Aksen bebatuan atau sulam dapat disetrika dari sisi dalamnya, sambil sampirkan handuk sebagai alas. Jika aksen ini dilem (bukannya dijahit), pastikan Anda tidak menyetrika bagian yang dilem, bahkan bila Anda menyetrika dari sisi dalam. Apa yang seharusnya tidak disetrika? Beberapa bahan rentan terhadap gesekan, gosokan, atau panas dan berat dari setrika. Uap-uapkan (steam) tirai, kelambu, atau pelapis duvet, dan dasi sutra. Kain seperti beludru, rajutan, dan bahan campuran yang mengandung bahan sintetis yang mudah melar (spandeks) biasanya perlu diuap. Agar kain tidak jadi mengilap, setrika bahan gelap dari bagian belakang, atau lapisi dengan kain lebih dulu. Apakah kancing dan pengait lain perlu dilindungi? Tidak harus, namun menyetrika di atas pengait bisa merusak kain maupun setrika. Panas setrika dapat membuat kancing atau pengait plastik meleleh atau retak. Semua sisi kain yang kasar atau tajam dapat merusak lapisan bawah setrika. Selalu tutup resleting sebelum menyetrika. Pastikan kancing tidak terkait. Apakah sebagian kain lebih baik disetrika dalam keadaan lembab? Bahan katun, linen, rayon, dan sutra, perlu dilembabkan saat disetrika. Setrika dengan fitur uap cukup melembabkan. Bila Anda...

Model Senior Tampil Memeragakan Koleksi Iwan Tirta

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Model senior Citra Nartomo, Ria Juwita, dan Sarita, melenggang kembali di atas Kamis, 24/3/2011 | 10:16 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah peragaan busana digelar untuk mengapreasiasi karya maestro batik Indonesia, Iwan Tirta. Event bertajuk “The Retrospespective” ini digelar di Multi Function Hall, Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (23/3/2011) lalu, dalam rangka perayaan ulang tahun mall tersebut. The Retrospective menampilkan varik dalam organza, salah satu inovasi yang pernah dibuat sang maestro selain batik sutera yang lebih dulu ia buat. Model-model senior seperti Ria Juwita, Citra Nartomo, Dhanny Dahlan, Sarita Thaib, dan Nisye Yunus, tampil kembali di atas runway dengan begitu elegan, membawakan beberapa rancangan Iwan Tirta yang dikoleksi secara pribadi. Dhanny Dahlan, misalnya, memamerkan dua gaun yang dikoleksinya, yaitu mini dress dengan motif Hokokai, motif batik peranakan yang muncul pada zaman penjajahan Jepang. Motif yang sama juga muncul dalam bentuk cropped jacket berbahan sutera satin, dipadukan dengan rok tumpuk organza. Koleksi pribadi Iwan Tirta juga ditampilkan, berupa two-piecesbermotif Sawunggaling yang dipadukan dengan teknik jumputan khas Palembang. Kemudian, Chossy Latu -designer yang pernah bekerja sama dengan Iwan Tirta- menampilkan koleksi coat batik organza yang pernah ia buat bersama sang maestro. Ada pula motif Nitik yang klasik, serta motif Lokcan atau Phoenix snag pembawa keberuntungan. Sebagai salah satu rangkaian dalam acara “A Tribute To Iwan Tirta” digelar pula koleksi Flapperwork, yang mengambil inspirasi gaya flapper pada dekade 20-an. Masih di tempat yang sama, bolero, balloon dress, dan celana jodhpur, mewarnai koleksi Flapperwork. Aksen tassel, gold coin, dan juga bells, memperkuat gaya flapper yang meriah. Banyak dijumpai tabrak motif pada koleksi Flapperwork. Misalnya motif bunga anggrek yang cantik sebagai coat, dipadukan dengan long dress bermotif burung kesayangan raja, Sawunggaling. Pada koleksi lain, salah satu motif kuno Jlamprang muncul...

Dress Cantik Si Tubuh Bentuk Pir

::: HUBUNGI KAMI UNTUK PESANAN SERAGAM PERUSAHAAN ATAU INSTANSI ANDA Kami akan dengan senang hati melayani pesanan seragam kerja dimana pun Anda berada BERAPAPUN PESANAN BAJU SERAGAM ANDA SEGERA HUBUNGI KAMI KAMI AKAN BANTU SOLUSI UNTUK PEMESANAN SERAGAM ANDA. Telp. / WA 0817-6323644, www.SeragamOnline.com ::: Bentuk tubuh pir bisa mengambil inspirasi dari dress Scarlett Johansson yang menyempit di bagian pinggang (kiri), berornamen di dada dan minim detail di bawah ala Lucy Liu (tengah), dan berdetail lingkar leher seksi (kanan). Sabtu, 19/2/2011 KOMPAS.com – Jika Anda salah satu yang beruntung memiliki bentuk tubuh pir, berarti Anda memiliki lebar pundak yang lebih kecil ketimbang lebar pinggul Anda. Bentuk tubuh ini, secara umum, memiliki leher yang kecil, pundak sempit, payudara mungil, pinggang yang berlekuk, dan bagian pinggul lebar, serta paha tebal. Bukan hal yang mudah untuk mencari busana yang tepat untuk bentuk tubuh ini, kalau salah, malah membuat tubuh terlihat kurang cantik. Untuk bentuk tubuh seperti ini, sebaiknya pilih busana yang menitikberatkan pada bagian tubuh Anda yang paling menarik; pinggang kecil, serta meminimalkan penampilan pinggul besar serta paha tebal. Berikut ini pilihan busana yang direkomendasikan untuk pemilik bentuk tubuh pir: 1. Detail pada bagian atas, serta minim detail di bawah Bagian perut yang ramping membuat pemilik tubuh ini bisa mencari busana dengan detail bervolume di bagian atas, seperti ruffle, lipit, ornamen, dan lainnya. Sebaliknya, pastikan bagian bawah dress atau pakaian Anda bebas dari ornamen atau tambahan detail. 2. Utamakan lekuk pinggang Pemilik tubuh bentuk pir biasanya memiliki pinggang yang ramping dan mungil, utamakan bagian tersebut, lalu berikan ruang pada paha dan pinggul. Dress yang memeluk bagian pinggang akan menarik perhatian ke arah sana, memberi kesan seksi...