Oscar Bikin Kejutan di Jakarta Fashion Week 2014

:: Order Baju Seragam Kantor Murah di Jakarta Hubungi Adjie Sutardi Telp. 0817-6323644 (WA) :: Sejumlah model memperagakan rancangan desainer Oscar Lawalata dalam perhelatan mode Jakarta Fashion Week 2014 di Senayan City, Jakarta (22/10). Sebanyak 60 rancangan, Oscar Lawalata mempersembahkan koleksi bertajuk “Iam Indonesia”. TEMPO.CO, Jakarta – Oscar Lawalata mendapatkan kesempatan bersama dengan tiga desainer lainnya untuk menutup perhelatan Jakarta Fashion Week 2014. Melalui pagelaran busana Dewi Fashion Knights dengan tema Tale of The Goddess, Oscar menampilkan kejutan pada pagelarannya semalam, Jumat, 26 Oktober 2013. Pada saat desainer lainnya menjadikan model untuk menunjukkan hasil karyanya, namun tidak dengan Oscar. Di kesempatan pagelaran terakhir di JFW 2014, Oscar justru turut serta menjadi model yang berlenggak-lenggok di atas catwalk. Ditanya perasaannya, Oscar menjawab, “Seru banget tadi. Dulu pernah jalan juga di atas catwalk, tapi sudah lama banget,” katanya, saat ditemui di Senayan City, Jakarta.   “Aku ingin memberikan sesuatu yang berbeda pada show-ku, karena fashion itu, kan, fun, fashion itu, kan, surprising,” katanya. Oscar sempat merasa kikuk ketika berjalan di atas catwalk. “Model yang lain jalannya cepat banget, jadi agak kikuk pas jalan, terlebih ada aksesori yang menutupi pandangan mata, jadi jalannya agak susah,” kata lajang kelahiran Pekanbaru, 1 September 1977, itu. Pada pagelaran terakirnya di JFW 2014, Oscar juga menampilkan look glam serba hitam, yang ia sebut Andromeda. Sedangkan tampilan keduanya, ia menampilkan blouse dengan warna senada yang dibuat dengan hand embroidery, namun dibuat lebih modern. Untuk karyanya tersebut, Oscar telah mempersiapkan sejak 6 bulan yang lalu. Mengenai karyanya selama JFW 2014, ia mengungkapkan, dirinya sangat puas pada setiap karyanya. Hal ini didasari oleh setiap konsep yang ia pegang teguh...

5 Cara Merawat Sweater | SeragamOnline.com

Selasa, 19/10/2010 KOMPAS.com – Saat musim hujan seperti ini, Anda pasti akan sering membutuhkan jaket atau sweater. Selain untuk menghangatkan tubuh, jaket atau sweater juga bisa mendongkrak penampilan. Namun Anda perlu hati-hati merawat sweater, karena potensinya untuk menyusut dan memudar. Berikut adalah lima tips untuk menjaga sweater Anda tetap awet, dan penampilannya selalu tampak seperti baru. 1. Jangan menggantung sweater pada hanger Gravitasi akan memisahkan serat-serat dan mengubah pola rajutan sweater dari waktu ke waktu. Ketika digantung, bentuk sweater akan berubah pada bagian lengan, pundak, dan lehernya. Lipat sweater Anda, dan simpan di dalam kotak kayu, kanvas, atau kemasan karton, sehingga memiliki akses ke udara, tetapi terhindar dari ngengat. Dengan cara ini Anda akan dapat menjaga bentuk dan baunya yang segar setelah mencucinya. 2. Sikat benang-benang yang berhamburan Karena sering tergesek-gesek, serat dan benang pada sweater bisa berhamburan, membentuk bola-bola kecil. Akibatnya, sweater pun jadi terlihat bulukan. Untungnya benang-benang ini dapat dihapus dengan mudah dengan tangan, dengan sikat pakaian, atau pencukur listrik, yang pada dasarnya mengelupas kain, sehingga tampak halus dan baru lagi. Bila Anda tidak memiliki salah satu dari alat tersebut, coba sikat rambut atau sisir. 3. Beri kamper Ngengat suka memakan wol, bahan utama pada kebanyakan sweater. Untungnya, aroma kayu cedar yang cenderung manis bisa mencegah ngengat merajalela. Untuk mencegah hama ini memakan habis pakaian Anda, batasi tempat penyimpanan sweater dengan kayu cedar, atau lemparkan kamper pada lemari Anda. 4. Jangan menunggu sampai rusak Begitu ada kancing yang longgar atau terlihat ada robekan kecil muncul di kain rajutan Anda, pakaian akan beresiko terurai, atau setidaknya membuat robekan menjadi lebih besar. Sebagian besar sweater menyediakan benang tambahan untuk perbaikan kecil,...

JPN: Logo Garuda Tak Langgar Aturan

Senin, 28 Februari 2011 ::: Butuh Seragam untuk Perusahaan atau institusi Anda? Segera Hubungi Adjie Sutardi  0817-6323644. Website: www.SeragamOnline.com ::: JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang gugatan terhadap logo garuda di kaos tim nasional Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. Dalam persidangan, pihak Menteri Pemuda dan Olahraga serta Presiden menegaskan logo garuda di kaos tim nasional PSSI, tidak langgar aturan. ”Penggunaan lambang negara yang tidak merendahkan harkat dan martabat bangsa diperbolehkan,” kata jaksa pengacara negara (JPN) Febrytriyanto dalam keterangan tertulis saat sidang, Senin (28/2/2011). Diketahui, praktisi hukum David Tobing meminta agar kaos timnas tidak lagi memasang logo garuda di dada. Sebab hal itu bertentangan dengan Pasal 57 Huruf d UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Gugatan tersebut dilayangkan pada Presiden, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Nike Indonesia. (Kholil Rokhman/Koran SI/ful) Sumber: OKEZONE  ...

Busana Kerja Serius Tapi Santai

Rabu, 26/5/2010 | 13:51 WIB KOMPAS.com – Wanita karier memiliki kehidupan yang sangat beragam dan aktif. Dalam segala kegiatannya, wanita karier dan aktif ingin selalu tampil cantik dan gaya. Accent, produsen busana wanita karier lokal yang menargetkan pasarnya kepada para wanita ini berbenah diri dan mulai mengubah konsepnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Di tahun ke-15 berdiri sebagai merek busana wanita karier, Accent berupaya memenuhi kebutuhan para konsumennya dengan mengubah konsepnya. Accent berusaha memenuhi kebutuhan wanita karier yang memiliki karakter mandiri, percaya diri, dan modern, atau dengan kata lain, wanita urban. Produk-produk terbaru Accent cukup beragam, mulai dari Charactere Pant yang terdiri dari berbagai bentuk, seperti flare (membesar di bagian bawah), straight, slim, dan skinny. Blus,millitary jacket, rok, dress, celana capri, denim, dan tas-tas kreasi Accent memberi alternatif bergaya mix ‘n match. Tren yang digunakan Accent untuk musim ini antara lain adalah; boyfriend jacket, trench coat, millitary jacket, rok bertumpuk, blus ruffle, shirt dress, dengan aksen detail yang banyak digemari saat ini, seperti pintuck, frill, lettuce edging, tie and bow, serta smock. Busana yang ditampilkan berkesan serius, tapi tidak meninggalkan kesan santai. Warna-warna yang digunakan, memang masih seputar warna “aman”, seperti abu-abu, hitam, putih, cokelat, hijau tua, namun bukan berarti tak bisa digunakan di saat musim panas yang ceria. Penasaran? Coba klik langsung ke www.accentfashion.com untuk melihat koleksi-koleksinya atau belanja on line. NAD Editor: Nadia Felicia Sumber: Female Kompas HUBUNGI KAMI UNTUK PESANAN SERAGAM PERUSAHAAN ATAU INSTANSI ANDA Kami akan dengan senang hati melayani pesanan seragam kerja dimana pun Anda berada BERAPAPUN PESANAN BAJU SERAGAM ANDA SEGERA HUBUNGI KAMI KAMI AKAN BANTU SOLUSI UNTUK PEMESANAN SERAGAM ANDA. Telp. / WA 0817-6323644, website:...

Seni Menginspirasi Fashion Indonesia

Sabtu, 29 Mei 2010 Tver, Rusia (ANTARA News) – Misi kesenian Indonesia di luar negeri makin marak dengan bergabungnya dunia mode khususnya para disainer dan pragawati Indonesia dalam berbagai festival kebudayaan Indonesia di berbagai negara. Wakil Ketua Yayasan Sulam Indonesia Kuntari Sapta Nirwandar yang mengkoordinir para disainer Indonesia dalam festival Budaya Indonesia di Moskow, Rusia kepada koresponden Antara London, Sabtu mengatakan dunia mode tidak lepas dari kebudayaan dan kesenian Indonesia. Dikatakannya dalam Festival Budaya Indonesia Culture yang digelar di tiga kota di Rusia yaitu Moskow, Tver dan St Petersburg, Yayasan Sulan Indonesia mengajak tiga disainer untuk meramaikan festival yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 31 Mei mendatang. Dalam Festival Budaya Indonesia di kota Tver selain menampilkan pertunjukan kesenian berupa tari tarian juga digelar peragaan busana karya disainer terkemuka Indonesia seperti Stephanus Hamy yang menampilkan sulam tapis dari daerah Lampung di Sumatra. Disainer Didi Budiarjo mengangkat tema Pilgrimage yang diinspirasikan oleh Ballet Russes pimpinan Diaghilev dan designer nya Leon Bakst, dan Matryoschka dan Babouschka, dengan memakai aneka kain tenun Indonesia. Selain itu juga digelar peragaan busana rancangan Tuti Cholid yang merupakan persembahan dari Yayasan Sulam Indonesia didukung pragawati dari Indonesia Nien Indriyati dan Laurensia Muljadi serta beberapa pragawati dari Moskow. Kelompok Musik “Indonesia Ethnic Ansamble” dengan art director Dwiki Darmawan mengiringi para penari dan pragawati di atas pentas serta mempersembahkan ansamble musik ektik yang menjadi pertunjukan yang menarik. (U-ZG/A024) Sumber: AntaraNews Untuk urusan seragam hubungi Adjie Sutardi Telp. / WA 0817-6323644. Kunjungi website kami...