Raih Cita-cita dengan Gaya Busana nan Elok

::: Mau order baju kantor murah di www.SeragamOnline.com Hubungi Adjie Sutardi Telp. 0817-6323644 (WA)::: KOMPAS.com – Kata siapa busana yang Anda kenakan cuma sekadar pelindung tubuh dan  penunjang penampilan semata? Meskipun sebagian orang menganggap busana sebagai status sosial. Namun, sebenarnya padu-padan busana yang elok bisa memudahkan Anda meraih sukses dan cita-cita. “Jangan salah, fashion itu matters. Gaya berbusana sangat memengaruhi kesuksesan seseorang. Ada yang bilang tidak terlalu peduli dengan busana, tapi kenyataannya enggak bisa juga selalu seperti itu,” kata motivator, Merry Riana beberapa waktu lalu di Jakarta. Merry menambahkan, busana yang dipakai seseorang akan membuat mereka merasa lebih percaya diri dengan penampilannya. “When you look good, your feel good. When you feel good, you are good,” ujarnya. Berikut panduan praktis untuk semua wanita yang sedang berupaya merealisasikan cita-cita: 1. Penampilan keseluruhan Kesan pertama menentukan segalanya. Sebuah fakta mengungkapkan bahwa 10-20 detik pertama menentukan kesan pertama. “10-30 detik pertama adalah waktu yang dibutuhkan untuk membaca karakter general tentang seseorang. Ini sangat penting terutama untuk yang sedang mencari pekerjaan atau menjalin relasi,” kata Merry. Benar memang untuk mendapatkan pekerjaan, proyek, memenangkan tender, memerlukan banyak faktor pendukung lainnya, bukan semata-mata tergantung pada busana yang Anda kenakan. Namun, paling tidak kesan pertama yang baik tentang diri Anda akan memudahkan Anda untuk melebarkan kesempatan meraih sukses atau pekerjaan impian. Merry menyarankan, saat ingin mencari kerja atau menjalin relasi potensial untuk bisnis, Anda memang harus terlihat profesional. “Tapi tidak harus selalu pakai power suit seperti blazer.Kenakanlah busana yang bisa menggambarkan dan menunjukkan profesi, usaha, serta perusahaan Anda dengan baik,” sarannya. Selain model busana, warna juga bisa membantu memaksimalkan penampilan. Kalau ingin menunjukkan semangat, kenakanlah busana warna merah. Jika ingin jadi orang yang selalu...

Rahasia Hongkong Bisa Menjadi Pusat “Fashion” di Asia Tenggara

::: Pesan Baju Seragam Murah di wwwSeragamOnline.com, Hubungi Adjie Sutardi Telp. 0817-6323644 (WA) ::: KOMPAS.com — Perkembangan dunia fashion dan lifestyle Indonesia dipengaruhi oleh banyak negara, salah satunya adalah Hongkong. Tak dimungkiri, Hongkong menjadi salah satu negara yang terkenal dengan fashion-nya. “Hongkong memang dikenal sebagai fashion capital di Asia atau Asian fashion centre,” kata Raymond Yip, Asistant Executive Director Hong Kong Trade Development Council (HTDC), saat pameran Lifestyle Expo in Jakarta 2014, Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Kamis (20/3/2014) lalu. Hongkong merupakan salah satu negara pengekspor dan penyuplai terbesar di dunia untuk produk fashion, yaitu busana dan aksesori. Konsumen terbesar dari produk-produk Hongkong adalah China. Yip mengatakan, hal ini bisa terjadi karena Hongkong memiliki kekuatan tersendiri di dalam produk-produknya. Produk-produk lifestyle buatan Hongkong ini terbilang sangat minimalis, tetapi tetap modern sehingga banyak disukai konsumen di seluruh dunia. Bahkan, Hongkong juga termasuk dalam 10 besar negara trendsetter, dan nomor satu di China dan Asia Tenggara. Ia menambahkan, saat ini perkembangan industri fashion di Hongkong berkembang sangat pesat. Bahkan produk-produknya ini sudah menyebar sampai ke berbagai pusat perbelanjaanterkemuka di dunia. Tak cuma itu, negara dengan penduduk yang stylish ini juga memiliki banyak fashion mall dengan berbagai merek fashion lokal dan internasional di setiap sudut kotanya. “Sejak 30 atau 40 tahun lalu, Hongkong mulai mengembangkan produk-produk fashionberkualitas tinggi dan berstandar internasional. Banyak desainer Hongkong yang sudah bekerja sama dengan konsumen internasional dan juga pusat perbelanjaan, seperti Bloomingdale di Amerika, Galeries Lafayette di Paris, dan Harvey Nichols di London. Pengalaman-pengalaman inilah yang membuat industri ini semakin besar di Hongkong,” katanya. Keseriusan Hongkong terhadap perkembangan industri fashion-nya juga ditunjukkan lewat kompetisi desainer muda setiap tahunnya. Kompetisi ini bertujuan untuk mencari dan membina bakat-bakat baru di dunia fashion yang lebih modern dan up-to date.  Selain itu, salah satu hal yang sangat membantu perkembangan...

Tips Menata Baju Di Lemari | SeragamOnline.com

::: Order Seragam Murah di SeragamOnline.com Hubungi Adjie Sutardi Telp. 0817-6323644 (WA):::  Kesan pertama menentukan siapa Anda. Untuk memberikan kesan yang baik pada pandangan pertama, diperlukan perpaduan antara cara berpakaian, berbicara, dan berkelakuan yang sempurna. Untuk itu, mulailah memberi kesan baik, dengan mulai menata lemari pakaian Anda! Mulailah dengan mengelompokkan jenis busana. Busana untuk ke kantor, hang out, atau kasual, pesta, dan busana rumah. Letakkan posisi busana yang paling sering Anda kenakan di tempat yang lebih mudah dijangkau. Misalnya, jika busana kantor akan lebih sering dipakai dibanding busana pesta, maka letakkan busana kantor di posisi yang lebih mudah dijangkau. Jenis Busana Kemeja (katun) Cara menyimpan: Digantung Bahan katun dapat dengan mudah meninggalkan bekas lipatan. Sehingga, untuk menghindari bekas lipatan yang susah dilicinkan kembali, sebaiknya kemeja digantung. Susun kemeja dari warna yang gelap sampai terang. Hal ini untuk memudahkan Anda memadu padankan dengan bawahannya. Blus dalaman (silk, crepe, dan chifon) Cara menyimpan: Digantung Bahan silk, crepe, dan chifon, mempunyai serat yang halus, sangat rentan terhadap gesekan dan noda. Sehingga, sebaiknya digantung dengan gantungan berlapis kain, agar tidak tersangkut kawat dan rayap yang kadang menyerang lemari. Celana pantalon dan rok Cara menyimpan: Digantung Untuk memudahkan proses padu-padan, sebaiknya celana dan rok digantung tepat di bawah kemeja. Gantunglah celana maupun rok tersebut dengan tali yang sudah dijahitkan di lingkar pinggang, agar tidak mengubah bentuk pinggul rok maupun pinggul celana tersebut. Jaket/Blazer Cara menyimpan: Digantung Gantung jaket atau blazer Anda agar tidak mudah lecek dan rusak. Pada saat digantung, kancingkan blazer tersebut atau tutup ritsleting jaket, agar posisinya tetap (tidak mengubah bentuk dan tidak gampang jatuh). Sebaiknya pakai gantungan kayu yang mempunyai “pundak”...

Tenun Motif Floral dari Ikat Indonesia

:::: Baju Seragam Murah – SeragamOnline.com Order Seragam Hubungi Adjie Sutardi Telp. 0817-6323644 (WA) :::: KOMPAS.com – Semakin banyak perancang yang bertekad mengeksplorasi kain tradisional Indonesia. Didiet Maulana adalah salah satu yang tetap konsisten dalam memasyarakatkan tenun ikat menjadi busana siap pakai. “Saya ingin tenun menjadi lebih sering dikenakan orang Indonesia. Semakin banyak permintaan kain tenun, maka perputaran uang ke perajin semakin cepat,” ujar Didiet padaKompas Female, sesaat sebelum fashion show-nya di Fountain Lounge Grand Hyatt Hotel, Thamrin, Jakarta, Kamis (28/2/2013) lalu. Didiet menampilkan 25 busana ready to wear. Show dimulai dengan busana yang didominasi palet warna pastel. Kombinasi antara tenun, sulam, dan bordir Tasikmalaya ditampilkan melalui busana dengan ragam hias floral. “Saya sengaja memilih palet warna pastel karena masih jarang kain tenun dengan warna pastel. Pewarnaan adalah hal yang saya beri pengaruh kepada perajin agar hasil tenunannya lebih modern dan disukai pasar,” ujar Didiet, yang mengaku motif floralnya juga terinspirasi oleh keindahan alam dan bunga-bunga dari Indonesia Timur. Didiet mengatakan, baru-baru ini ia travelling ke Ambon, Pulau Seram, dan Makasar. Hasil dari perjalanannya tersebut membuahkan koleksi busana yang feminin tapi kuat. Garis desainnya tetap konsisten dengan gaya Ikat Indonesia yang memang mengedepankan rancangan yang simpel. Didiet tetap menggunakan motif tenun tradisional perajin Klungkungan dan Denpasar, Bali, juga perajin tenun dari sengkang, Makasar. “Motif tetap tradisional; saya hanya memberi masukan tentang pemilihan kapas, palet warna yang sedang tren, serta hanya bermain skala. Ada motif-motif tertentu yang saya minta diperbesar atau sebaliknya dikecilkan,” paparnya. Selain tenun ikat Bali, Didiet juga menggunakan bahan tenun sutra sengkang dengan warna lebih cerah. Selain busana siap pakai, pada acara high tea fashion itu Didiet juga...

Mengolah Tren Global dengan Cita Rasa Indonesia

::: Mau order seragam kerja, kaos sablon murah, seragam kantor, seragam sekolah, dll hubungi Adjie Sutardi Telp. 0817-6323644 (WA) :::: KOMPAS.com – Membaca tren global bukan berarti meniru. Perancang mode di Tanah Air tetap berpijak pada akar budaya. Mereka tetap terinspirasi dari Indonesia. Perancang mode Biyan Wanaatmadja yakin karyanya bercita rasa Indonesia meski ia tak mengolah bahan kain Indonesia. ”Karena saya orang Indonesia. Dari mana pun ide saya dapat, saya menangkap dan mengolahnya dengan cara pandang Indonesia,” ujarnya. Biyan dikenal sebagai perancang yang piawai menciptakan kesan lembut lewat garis desain, bahan, dan detail rumit dalam siluet sederhana. Pernah dia ingin membuat koleksi yang sama sekali beda. ”Kayak orang Barat, enggak pakai apa-apa, dengan bahan berat dan structured. Ternyata enggak bisa, itu bukan saya. Saya selalu saja akan kembali pada sumber daya dan cita rasa yang sangat Indonesia,” ujarnya. Cita rasa Indonesia itu hadir dalam tradisi kerajinan tangan berupa sulaman atau rangkaian kristal dan manik, motif cetakan pada kain, dan siluet busana yang dibuat Biyan. Dalam koleksi 2013 yang bertajuk ”Foliage” (dedaunan), misalnya, daun-daun pakis di halaman rumah ia jelmakan menjadi motif cetakan digital dan bordir pada rancangannya. Biyan meyakini, masyarakat urban bergaya modern di negeri ini pada saat tertentu akan tetap mengenakan kain Indonesia. Untuk saat seperti itu, terinspirasi kebaya, Biyan mendesain jaket yang dalam bayangannya serasi dikenakan dengan kain. Ia juga selalu terkesan pada keanggunan perempuan Indonesia yang berkain dengan wiru. Dari situ ia terinspirasi membuat gaun malam dengan draperi yang membuat lipatan-lipatan bahan halus bermain seiring kaki melangkah. ”Kadang lebih pada filosofi, tidak secara harfiah. Dalam budaya Timur, ada kesantunan yang sangat saya hargai. Dari situ saya membuat baju...