Modis dengan Setelan Batik dari Batik Modis

Model mengenakan salah satu produk busana batik yang ada di Batik Modis TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Anda senang mengenakan produk fesyen batik seperti busana di setiap moment? Produk batik dari Batik Modis bisa menjadi pilihan untuk menambah koleksi busana batik Anda. Berlokasi di Plaza Medan Fair, Batik Modis menawarkan beragam model produk busana berbahan batik untuk pria dan wanita. “Batik Modis menawarkan cukup banyak model dan motif busana berbahan batik ada motif wayang, corak etnik dan lainnya,” ujar Kepala Toko Batik Modis, Vita saat ditemui Tribun, Jumat (8/12/2017). >> Pesan Baju Seragam Murah Hubungi Adjie Sutardi WA: 0817-6323644 << Ia menerangkan, untuk saat ini model busana berbahan batik terutama untuk wanita yang sedang tren adalah model blus dengan kombinasi bawahan celana yang warna dan coraknya senada. “Banyak yang suka dengan blus yang satu pasang dengan celananya. Jadi lebih rapi dikenakan karena bermotif dan warna yang sama,” terangnya. Ia menjelaskan, namun bagi yang tak suka mengenakan blus yang warna atau corak senada dengan celana, juga bisa membelinya secara terpisah. “Jadi bisa dipisah belinya, kalau mau hanya membeli blusnya saja boleh dan begitu juga kalau mau membeli celananya saja juga boleh,” jelasnya. Ia menuturkan, untuk celananya, Batik Modis menawarkan dengan beberapa pilihan mulai dari celana berbahan batik panjang hingga semata kaki, ada yang panjang selutut dan ada yang sepaha. “Tergantung si konsumen senang dengan ukuran yang mana. Dan beberapa produk celana tersebut juga bisa dipadukan dengan blus yang senada,” tuturnya. Ia mengungkapkan, selain blus dan celana, Batik Modis juga menyediakan beragam model dress berbahan batik dengan motif batik yang juga sangat variatif atau banyak pilihan. “Dress batik yang ada di Batik Modis ada yang...

Oktober Ini, Festival Jogja Kota Batik Dunia Digelar

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah akan menggelar Festival Jogja Kota Batik Dunia pada 2 hingga 6 Oktober 2015. Pelaksana Harian Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UMKM) DIY Kadarmanta Baskara Aji dalam jumpa pers di Yogyakarta, Senin (28/9/2015), mengatakan festival itu merupakan upaya untuk menandai penobatan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada 2014. “Setiap tahun akan kita selenggarakan yang dimulai pada tahun 2015,” kata dia. Pembukaan festival itu, menurut dia, akan berlangsung di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, berupa pameran beragam motif batik Yogyakarta yang akan dibagi dalam 50 stan. Sepuluh stan di antaranya akan memamerkan kain batik yang pernah dipamerkan di Dongyang, Tiongkok pada 2014. “Pameran akan diselingi “fashion Show” yang seluruhnya mengutamakan busana batik,” kata dia Selanjutnya, untuk puncak Festival pada 5 Oktober akan diisi dengan kegiatan selebrasi terpilihnya Yogyakarta sebagai kota batik dunia dan diakhiri dengan acara lelang batik. “Untuk tahun-tahun berikutnya, akan diselenggarakan dalam bentuk acara “Biennale” selama dua tahun sekali,” kata dia. Yogyakarta sebelumnya telah dinobatkan oleh Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council/WCC), pada peringatan 50 tahun organisasi tersebut di Dongyang, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, pada 18-23 Oktober 2014. “Setelah sekian puluh tahun kita menggeluti industri batik, tampaknya karya kita tidak sia-sia. Akhirnya dunia sadar bahwa Yogyakarta memang perlu diberikan predikat khusus,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY, Syahbenol Hasibuan. ::: Order Seragam Kantor Hubungi Adjie Sutardi Telp. 0817-6323644 (WA) :::: Syahbenol mengatakan, pascapenobatan itu Yogyakarta harus terus mengoptimalkan upaya pelestarian batik karena selama empat tahun ke depan pascapenobatan, WCC akan terus mengevaluasi kelayakan Yogyakarta untuk dipertahankan sebagai kota batik dunia. Sumber:...

Pasar Fashion Semakin Berkibar

RADAR MAKASSAR – Dunia fashion selain menunjang penampilan juga merupakan pelindung tubuh. Jumlah manusia yang terus bertambah pun mendongkrak kebutuhan pakaian. Peluang usaha ini masih lebar, potensinya besar asal cermat mengincar pasar. Melihat potensi pasar fashion yang satiap tahun bertambah maka tak henti-hentinya Tiga Production kembali menggelar pameran fashion yang menggandeng 10 desaigner ternama di Indonesia serta mengangkat kain lokal yang ada di Sulsel. Direktur 3 Production, Icha Az Lili mengatakan sandang, pangan dan papan. Itulah kebutuhan pokok kita sebagai manusia. Sadar atau tidak, kebutuhan akan pakaian, membuat manusia tak pernah alpa membelanjakan sebagian uangnya untuk membeli kain penutup tubuh ini. Minimal setahun sekali, dalam hitungan bulan, minggu, atau sampai hitungan hari, kita pasti akan belanja pakaian, baik untuk menambah koleksi pakaian, ataupun untuk mengganti model lama dengan yang baru. Besarnya keterikatan manusia terhadap pakaian, membuka peluang yang besar pula untuk memulai usaha di bidang ini. Bisnis ini boleh dibilang murah meriah. Dengan modal mungil, potensi margin lebih dari 20 persen. Kehadiran pameran kami yang telah satu dekade ini hadir dengan tema female on the move yang akan di gelar di Seraton Hotel, Jalan Landak Baru, Makassar. “Kami pung bangga dapat menjadikan femme tahun ini lebih berarti, kami juga sangat antusias memperkenalkan karya tenun sutera asal Kabupaten Sengkang sebagai salah satu icon tradisional value Sulsel,” ujarnya. <:: Untuk Pemesanan Baju Seragam Kunjungi website www.SeragamOnline.com atau hubungi Adjie Sutardi Telp. 0817-6323644 (WA)::> Sementara ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Ayunsri Harap mengatakan pada pameran nantinya akan menghadirkan berbagai produk terbaru yang akan diikuti 300 peserta yang terdiri dari 256 booth dan juga puluhan desaigner serta artis ternama ibu kota. ” Dengan tema...

Oscar Bikin Kejutan di Jakarta Fashion Week 2014

:: Order Baju Seragam Kantor Murah di Jakarta Hubungi Adjie Sutardi Telp. 0817-6323644 (WA) :: Sejumlah model memperagakan rancangan desainer Oscar Lawalata dalam perhelatan mode Jakarta Fashion Week 2014 di Senayan City, Jakarta (22/10). Sebanyak 60 rancangan, Oscar Lawalata mempersembahkan koleksi bertajuk “Iam Indonesia”. TEMPO.CO, Jakarta – Oscar Lawalata mendapatkan kesempatan bersama dengan tiga desainer lainnya untuk menutup perhelatan Jakarta Fashion Week 2014. Melalui pagelaran busana Dewi Fashion Knights dengan tema Tale of The Goddess, Oscar menampilkan kejutan pada pagelarannya semalam, Jumat, 26 Oktober 2013. Pada saat desainer lainnya menjadikan model untuk menunjukkan hasil karyanya, namun tidak dengan Oscar. Di kesempatan pagelaran terakhir di JFW 2014, Oscar justru turut serta menjadi model yang berlenggak-lenggok di atas catwalk. Ditanya perasaannya, Oscar menjawab, “Seru banget tadi. Dulu pernah jalan juga di atas catwalk, tapi sudah lama banget,” katanya, saat ditemui di Senayan City, Jakarta.   “Aku ingin memberikan sesuatu yang berbeda pada show-ku, karena fashion itu, kan, fun, fashion itu, kan, surprising,” katanya. Oscar sempat merasa kikuk ketika berjalan di atas catwalk. “Model yang lain jalannya cepat banget, jadi agak kikuk pas jalan, terlebih ada aksesori yang menutupi pandangan mata, jadi jalannya agak susah,” kata lajang kelahiran Pekanbaru, 1 September 1977, itu. Pada pagelaran terakirnya di JFW 2014, Oscar juga menampilkan look glam serba hitam, yang ia sebut Andromeda. Sedangkan tampilan keduanya, ia menampilkan blouse dengan warna senada yang dibuat dengan hand embroidery, namun dibuat lebih modern. Untuk karyanya tersebut, Oscar telah mempersiapkan sejak 6 bulan yang lalu. Mengenai karyanya selama JFW 2014, ia mengungkapkan, dirinya sangat puas pada setiap karyanya. Hal ini didasari oleh setiap konsep yang ia pegang teguh...

Hadiri Fashion Week, Andien Ingin Kenalkan Batik Indonesia

Kapanlagi.com – Diundang menghadiri acara Fashion Week di Amerika membuat Andien ingin menonjolkan ciri khas dari Indonesia. Rencananya, ia akan membawa baju batik saat bertolak ke New York, tempat acara itu dihelat. Menurutnya, batik sangat cocok dengan New York yang berwarna-warni. Apalagi di bulan ini negeri Paman Sam sedang mengalami musim Summer. “Aku bawa batik, di sana kan lagi summer. Sempat mikir, kalau New York kan lebih warna warni. Jadi aku pikir bawa sesuatu yang Indonesia banget,” kata Andien saat ditemui di Kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat, Jumat (30/8). Kendati demikian, ia belum sempat mempersiapkan segala sesuatu untuk acara tersebut. Sampai saat ini Andien baru menyiapkan gaya rambut barunya. “Persiapannya jujur saja belum. Paling aku hair stylist untuk di sana, mengingat jadwal aku enggak sempet ini itu,” katanya lagi. Hal ini terlihat di mana Andien kini tampil dengan potongan rambut pendek. “Baru potong rambut pendek. Tapi tetap akan menjadi seperti aku, enggak yang gimana-gimana,” tandasnya kemudian tersenyum. Sumber: KapanLagi.com ::: Order Seragam Murah Contact Adjie Sutardi Telp. 0817-6323644 atau kunjungi...

Harga Seragam Sekolah Makin Tak Terkendali

::: Pesan Seragam Murah di SeragamOnline.com Telp. 0817-6323644 (WA) ::: KUDUS, suaramerdeka.com – Moment tahun ajaran baru dan pasca kenaikan BBM yang sudah berlangusng sepekan lebih ini memiliki dampak besar terhadap seragam yang kini semakin tidak terkendali kenaikannya, dan bahkan ini sudah yang ketiga kalinya. Namun demikian hal itu justru membuat pedagang seragam khawatir, jika permintaannya menurun. Karena pekan lalu sebelum BBM naik sebagian besar sudah menaikan harga terlebih dahulu karena bahan baku sudah naik pada awal tahun. “Pada saat moment tahun ajaran baru ini sekaligus pasca kenaikan BBM ini harga seragam satu stle rata – rata naik lagi sepuluh persen. Ini disebabkan karena biaya distribusi mengalami kenaikan, otomatis kami imbangi dengan kenaikan harga,” kata Hj Sri Yantini pedagang seragam di los Pasar Kliwon Kudus. Pekan lalu saat awal masuk tahun ajaran baru satu stel  Rp 70 ribu – Rp 80 ribu, kini harganya sudah kembali naik, rata – rata hampir mendekati angka Rp 100 ribu per stel. “Ya mau bagaimana lagi, seragam sudah dinaikan keuntungan kami masih mepet,” imbuhnya. Stok Stabil Terkait soal stok, ia mengaku sampai saat ini masih stabil karena sebagian besar memang hasil dari menjahit sendiri. “Kami sebenarnya tidak hanya melayani pembeli eceran. Namun juga sudah banyak pelanggan tetap yaitu pedagang grosir pakaian, dan dengan adanya kenaikan ini juga banyak dikeluhkan karena mereka juga tidak bisa meraup keuntungan yang maksimal,” paparnya. Hal yang sama dikatakan pedagang seragam yang ada di lokasi yang sama, bernama Erwandani. Menurutnya kenaikan ini dilakukan karena memang menyesuaikan harga pasar. “Harapannya harga tidak naik sehingga pedagang dan pembeli bisa sama – sama untung, namun kenyataannya justru lain,” jelasnya. Mengenai seragam yang disediakan dan...